Penyebab Anak Walet Mati di Sarang dan cara mengatasinya




Superwalet.com . Apa Penyebab Anak Walet Mati di Sarang ? Secara umum kematian makhluk hidup terkhusus binatang biasanya terjadi karena seleksin alam. Namun pada kasus Kematian anak walet didalam gedung, biasanya bukan karena seleksi alam seperti anak walet sakit atau kurang makan. Namun kematiananak walet didalam gedung bisanya terjadi karena kecelakaan. Kasus ini cukup sering terjadi pada gedung dengan ukuran besar, selain itu banyak juga dijumpai pada gedung yang brukuran kecil. Baik pada populasi yang sudah padat, maupun populasi yang sedang berkembang.

Untuk kasus kematian anak walet karena kecelakaan disebabkan oleh kondisi sarang walet yang tampak tidak utuh bahkan cenderung berlubang dan retak. Maka dari itu kematian piyik walet yang terjadi disebabkan leher anak walet dijepit sarang, selain itu adapula kasus dimana salah satu kaki anak walet terjerat atau terperosok pada sarang berlubang, dan menjadi Penyebab Anak Walet Mati di Sarang.

Sudah bukan rahasia lagi kalau burung walet adalah burung yang membangun sarangnya dengan cara mengeluarkan air liur dari paruh mereka. Proses pembuatan sarang walet adalah proses alami yang mereka lakukanketika akan berkembang biak. Sementara itu bentuk sarang walet yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi kelembapan di dalam gedung.

Apabila gedung memiliki kelembapan yang memenuhi syarat, maka dapat dipastikan kalau bentuk sarangnya pun akan utuh sempurna dengan ketebalan daging sarang yang tebal. Sedangkan untuk Sebaliknya, apabila kondisi gedung kurang dari segi kelembapan, maka bentuk sarang yang dibuat waletp akan tidak sempurna, seperti tampak keriting, dengan kuran kecil, hingga daging sarang yang tipis.

Penyebab Anak Walet Mati di Sarang

Nah, tahukah anda kalau Sarang bw yang tipis tentu lebih mudah retak ketika ada beban pada sarang tersebut seperti adanya telur atau anak walet. Diawal mungkin hanya tampak sedikit retak, namun karena gerakananak walet setiap saat terutama ketika mereka berebut mau makan, maka semakin hari kerusakan sarang besar dapat terjadi. Maka, Sarang yang rusak  tersebutlah yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi anak walet yang tentunya akan berujung kematian.

Contohnya saja pada kasus kaki anak walet yang kejepit diantara retakan sarang sehingga tidak dapat meloloskan diri. Hingga kemudian Anak walet menderita , semakin lama semakin lelah sampai akhirnya kehabisan energi. Ketika indukam datang untuk menyuapi,  hanya anakan walet yang tidak terjerat saja yang terus diberik makanan. Yang sehat menjadi semakin sehat, sementara yang lemah akan semakin lemas hingga akhirnya anakan yang lemas tewas.




Mengapa biasa kita menemukan bangkai anak walet tetap berada di sarang?Hal ini Mungkin saja disebabkan karena indukanya kesulitan membuang bangkai anakanya kelantai. Lama lama bangkai  tersebut menjadi kering bahkan tetap berada disarangnya.

Adapun masalah sarang berlubang lainya karna sarang digerogoti kecoak, dimana kecoak adalah salah satu hama pengganggu sekaligus musuh burung walet. Dalam berkembang biak, kecoak mrupakan serangga yang sanga cepat menghasilkan anakan, diaman ketika kecoak bertelur bisa menghasilkan hingga ratusan telur. Kecoa umunya bersembunyi pada tempat yang lembab serta sudut yang terlindung, namun sebagian pula ada yang berbiak di sela papan sirip. Hama tentu harus dibasmi agar agar tidak terus terusan berkembang biak dan semakin merugikan. Apabila dibiarkan tentu saja sarang walet berpotensi menjadi sasaran empuk yang akan dimakan kecoa. Sebab Kecoa hanya dapat memakan daging sarang yang tipis saja hingga akan tampak sarang akan rusak berlubang. Sarang berlubang inilah yang bisa menjadi jebakan bagi kaki anak walet, yang menyebabkan kematian.

Penyebab Anak Walet Mati di Sarang

Pada gedung walet yang sengaja tidak dilakukan panen sarang selama 2 tahun, biasanya akan ada banyak sarang berlapis, alias sarang bakpao. Sarang inilah yang dipakai beberapa kali oleh indukan walet dalam berkembang biak, dan terlihat terdiri dari beberapa lapisan sarang. Untuk sarang bakpo terlihat memiliki ukuran yang agak besar, dengan warna kuning akibat lama tidak dipanen serta pada bagian tengahnya terlihat keropos akibat expire.

Sarang bakpao ini juga sering menyebabkan kasus kecelakaan yang berujung kematian anakan walet. Sebab terkadang telur walet maupun kaki anak walet terperosok masuk ke dalam sarang keropos. Mengapa bagian tengah sarang bisa keropos? Sebab pada sarang bakpao, indukan walet hanya mengoles bagian dinding saja ketika akan berbiak lagi, adapun bagian tengahnya dibiarkan saja dan tidak diperbaiki. Perilaku ini pula sering terjadi pada walet yang bertelur di sarang imitasi, yang mana hanya pada bagian dindingnya saja yang terdapat olesan liur.

Baca juga :

Nah, bagaimana solusi Anak Walet Mati di Sarang agar tidak lagi terjadi lagi?  Mak untuk solusinya anda bisa mengaturl tingkat kelembapan gedung walet anda agar dapat memenuhi syarat, yaitu 70 % sd 95 %. Hal ini diperlukan agar bentuk sarang maupun ketebalan sarang cukup baik sehingga menjadi tempat yang aman untuk berbiak.

Hama seperti kecoa tentu wajib dibasmi agar tidak lagi menjadi perusak sarang walet. Dan adapun Sarang bakpao sebaiknya harus segera dipanen, supaya walet bisa membangun sarang secara utuh yang lebih aman bagi anakan, serta meningkatkan perkembangan populasi walet itu sendiri.

Referensi. Duniawalet.co.id




Penyebab Anak Walet Mati di Sarang dan cara mengatasinya | tadisangka | 4.5